Tubuh nya yang di buat sangat besar untuk menahan deras ombak yang menghantam.Namun tak selamanya kapal yang besar takkan tenggelam. Layak nya kapal titanic, Kapal yang berkonstruksi kuat pada masa nya dan kapal yang dijamin tidak akan tenggelam ternyata tak ada yang menyangka kapal tersebut tenggelam. Pertanyaan nya Apakah benar karena konstruksi nya..?? apakah karena jumlah penumpang yang melebihi kapasitas..??Tidak kapal tersebut tenggelam karena menghantam Gunung Es. Kenapa bisa..?Karena kesalahan pada diri Nakhoda yang membawa kapal.Yah meskipun kapal itu dibuat dengan kuat akan tetapi mampu tenggelam apabila Nakhoda yang membawa tidak mampu mengendalikan kapal yang dia bawa.
Sebuah cerita seorang Anak muda yang menjadi seorang Nakhoda dengan Kapal sederhana nya yang masih terdapat banyak lubang-lubang disekitarnya. Kapal yang terlihat biasa-biasa saja tak ada yang mewah yang ditunjukan dari kapal tersebut. Dengan semangat anak muda itu terus memperbaiki setiap lubang-lubang yang ada tak lupa juga ia mempercantik kapal nya. dalam hati nya ia berdoa "Semoga saja Kapal saya ini cepat selesai diperbaiki agar pada saat ada penumpang nanti saya siap untuk mengantar penumpang sampai ketujuan."
suatu ketika saat anak muda itu sedang memperbaiki Kapal nya tak disangka terlihat ada penumpang. Penumpang tersebut adalah seorang gadis. Gadis muslimah layak nya seorang bidadari. Anak muda itu pun datang menghampiri ke gadis tersebut.
Anak muda : "Assalammualaikum Mba..."
Gadis : " Waalaikumsalam" Jawab nya dengan senyum
Anak Muda : " Mba nya mau naik kapal"
Gadis : " Iya Mas.."
Anak muda : "Lagi nunggu dijemput"
Gadis :" Oh enggak Mas."
Anak Muda : " saya kira lagi nunggu dijemput. Memang nya Mba nya mau kemana..?" tanya anak muda sambil duduk disebelah nya.
Gadis : " Saya Mau ke Pulau A." Jawab gadis tersebut
Gadis : " Mas nya mau ke arah sana juga"
Anak muda itu menjawab dengan senyum lalu meninggalkan gadis itu dan kembali memperbaiki kapal nya lagi.
Dengan perasaan harap yang menghinggap anak muda itu terus memperbaiki perahu nya. Sambil berdoa" Ya allah jika dia adalah penumpang untuk aku maka dekat kan lah. Namun jika dia bukan penumpang ku maka pertemukan dia dengan kapal yang lebih baik dari milik ku yang mampu menjaga keselamatan dia. Dan berilah aku kekuatan untuk terus memperbaiki kapal ku."
Waktu terus berjalan. Sesekali ia melihat gadi itu. gadis itu masih duduk menunggu.
dengan perasaan bimbang dalam hati nya ia berucap. "Semoga ia tidak sedang menunggu kapal ku ini. aku tidak mau. aku tidak mau perjalan dia menjadi terhambat. Tapi aku sangat ingin mengantarkan gadis itu." Dengan usaha semaksimal mungkin , anak muda itu terus berusaha memperbaiki kapal dia.
Dan tiba lah waktu yang tidak ia duga. Untuk kedua kali nya dia melihat kembali ke arah dimana gadis itu duduk Namun tak ia lihat. Kemana ia pergi..?.
Ia melihat ke segala arah. Saat ia melihat jauh kerah depan, ia melihat ada sebuah kapal nan megah, kokoh konstruksi nya, tak terlihat lubang disekililing nya dan dengan layar lebar yang siap mengarungi laut. tak lama kemudian ia melihat gadis itu menaiki kapal tersebut dengan perasaan penuh bahagia dan senyum kebahagian karena kapal yang ia tunggu akhir nya datang.
Anak muda itu pun hanya terseyum dari kejauhan.perasaan tidak karuan pun terus menghinggap. Namun kebimbangan yang ia rasakan akhir nya terjawab sudah.Gadis itu pun akhir nya pergi dengan kapal lain hingga tak terlihat lagi dari pandangan mata si anak muda.
Pertanyaa nya kenapa saat gadis itu bertanya soal tujuan kapal anak muda itu, tapi anak muda itu tak menjawab...? kenapa dia tak langsung menawarkan kepada gadis itu untuk menaiki kapal milik dia..?padahal dia sangat ingin mengantar gadis itu..
Jawaban nya ada pada diri anak muda itu sendiri.
Dia tidak mau gadis itu menaiki kapal milik nya . sedangkan kapal milik dia sendiri masih perlu diperbaiki, dia mengkhawatirkan keselamatan gadis itu jika gadis itu naik kapal dia. Di tengah laut sana ada banyak rintangan Ombak besar, Panas terik, Hujan badai Atau pusaran air besar yang bisa menarik. Anak muda itu berfikir ke arah sana. Harapan gadis itu untuk jadi penumpang kapal dia kini hanya angan-angan yang harus dilupakan selama-lama nya.